Gerakan Peduli Pluralisme
Just another WordPress.com weblog

Feb
27

Visi
Menciptakan kesadaran dan kepedulian terhadap pluralisme dalam masyarakat khususnya pada generasi penerus.

Misi
Menjadikan pluralisme sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.

Program 2010
1. Mengadakan perlombaan esai tentang pluralisme d lingkungan masyarakat lokal.
2. Mengadakan perlombaan menggambar tentang pluralisme
3. Membuat iklan layanan masyarakat untuk mensosialisasikan peduli pluralisme.
4. Bekerjasama dengan gramedia menerbitkan buku buku tentang pluralisme.
5. Membuat film dokumenter tentang pluralisme.
6. Mengumpulkan sebanyak mungkin pendukung gerakan peduli pluralisme.

Iklan
Feb
27

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif

Dilahirkan di Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada tanggal 31 Mei 1935. Ia menolak untuk terkungkung dan merangkak dari pelosok desanya yang terpencil untuk sekolah ke Muallimin Yogyakarta dan terus sampai ke Chicago, USA, untuk meraih Ph.D. Beliau adalah seorang pemikir besar dan guru bangsa yang memberikan sumbangsih besar pada masyarakat Indonesia. Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif menjabat sebagai ketua PP Muhammadiyah periode 1999-2004. Prof. Dr. Syafii Maarif adalah salah satu penerima Ramon Magsaysay award.
KH. A. Mustafa Bisri

Dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Ia belajar di pesantren ayahnya sendiri, Raudlatuth Tholibin Rembang, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dan Universitas Al-Azhar Kairo dan merupakan teman sekamar Gus Dur. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh Rembang dan menjadi Rais Syuriah PBNU. Di samping budayawan, dia juga dikenal sebagai penyair.
Prof. DR. M. Din Syamsuddin, MA

* Wakil Ketua Umum MUI Pusat (2005-2010)
* Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat (2005-2010)
* Ketua, Indonesian Committee on Religions for Peace/ IComRP (sejak 2000)
* Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilisations/ CDCC ( sejak 2007 )
* Chairman, World Peace Forum/ WPF
* President, Asian Committee on Religions for Peace/ ACRP, based in Tokyo (sejak 2004)
* Honorary President, World Conference on Religions for Peace/ WCRP, based in New York (sejak 2006)
* Ketua Umum Muhammadiyah
Dr.KH. Said Agil Siroj

Ketua PB NU ( Nahdatul Ulama)
KH Masdar Farid Masudi

Dilahirkan di Jombor, Cipete, Cilongok, Purwokerto, tahun 1954. Beliau adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga sebagai Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, Anggota Dewan Etik ICW (Indonesian Corruption Wacth) dan Komisi Ombudsman Nasional (KON) serta membina pesantren Al-Bayan, di kampung Cikiwul, Pancoran Mas, Cibadak, Sukabumi.
Bikkhu Pannyavaro Mahathera

Sri Pannyavaro Mahathera dilahirkan di Blora, Jawa Tengah, Indonesia, 22 Juni 1954. Beliau pernah mendapat 7 Gelar kehormatan keagamaan dari Sangha Sri Lanka dan 1 Gelar kehormatan keagamaan dari Sangha Thailand. Saat ini beliau adalah Kepala Sangha Theravada Indonesia, Kepala Vihara Mendut, Magelang, Jawa Tengah. Beliau juga pendiri bersama Konferensi Agung Sangha Indonesia
(All Indonesia Conference of Sangha).
Sudhamek

Sudhamek lahir di Rembang, 20 Maret 1956.Beliau malang melintang sebagai profesional di berbagai perusahaan, mulai dari PT Gudang Garam (dari tahun 1983-1990 dengan posisi terakhir sebagai assistant to president director), PT Trias Sentosa Tbk (1990-1991 sebagai presdir), Djuhar Group (1991-1994 sebagai executive director) sampai PT Posnesia Stainless Steel Industry (1994 -1997 sebagai vice president). Baru pada 1994, dia dipercaya sebagai CEO Garudafood.
Kemudian pada tahun Mei 2006 bertepatan dengan bulan Waisak, Sudhamek AWS dianugerahkan gelar kepanditaan oleh Biksu Aryamaitri Mahasthavira dan Biku Dharmavimala Thera di Wihara Ekayana Grha (Ekayana Buddhist Centre).dan sampai sekarang beliau menjabat sebagai Ketua umum PP MBI.
Mgr. I Suharyo

Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo lahir di Sedayu, Yogyakarta, 9 Juli 1950 pernah menjabat sebagai
* Uskup Agung Semarang

* Sekjen Konferensi Wali Gereja Indonesia

*Sekarang Beliau menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta
Mgr.Johannes Pujasumarta

Mgr Pujasumarta dilahirkan di Solo, 27 Desember 1949. Anak kedua dari enam bersaudara. Beliau pernah menjabat sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang. sekarang beliau menjabat sebagai Uskup Agung Bandung dan Sek Jen Komisi Wali Gereja Indonesia.
Pdt. Dr Andreas. A. Yewangoe

Pdt. Dr Andreas. A. Yewangoe dilahirkan pada tanggal 31 Maret 1945 di Mamboru, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, beliau adalah seorang pendeta, dosen dan teolog Kristen Protestan yang merupakan salah satu tokoh pemimpin dan pemikir Kristen Indonesia saat ini. Beliau pernah menjabat menjadi salah seorang ketua PGI untuk periode 2000-2004. Pada Sidang Raya XIV PGI pada 2004 di Caringin, Bogor, Yewangoe terpilih sebagai Ketua Umum organisasi gereja-gereja Protestan Indonesia itu untuk periode 2004-2009.
Prof. A Malik Fajar

Profesor Abdul Malik Fadjar atau lebih dikenal dengan Pak Malik adalah sosok pendidik sejati yang dimiliki negeri ini. Beliau lahir tanggal  22 Februari 1939 di Yogyakarta. Beliau adalah mantan Menteri Pedidikan dan sekarang menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah tahun 2008-2011.
Yahya Muhaimin

Dr. Yahya Muhaimin (lahir di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, 17 Mei 1943; umur 66 tahun) adalah Menteri Pendidikan Nasional pada Kabinet Persatuan Nasional (1999-2001) . Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1971 dari Universitas Gadjah Mada dan gelar doktor dari Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1982. Sebelum diangkat menjadi menteri, ia adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.

Budi Tanuwibowo

Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Kong Hu Cu Indonesia.
Hj. Aisyah Hamid Baidlowi Wahid

Hj. Aisyah Hamid Baidlowi dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1940. Beliau adalah adik kandung dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).  Beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Pengajian Al Hidayah serta Aktif di Muslimat NU dan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).
Anita Wahid

Anita Hayatunnufus Wahid, Putri ketiga pasangan (alm) Abrurrahman Addakhil Wahid ( Gus Dur ) dan Hj Sinta Nuriyah. Ia lahir di Jombang, jawa timu, 29 November 1977. Dari Tahun 2007 hingga april 2009, ia menjadi peneliti di Transparency International Indonesia. Kini Beliau menjabat sebagai Wakil Direktur di The Wahid Institute.
Umar Wahid

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, dan salah satu adik kandung KH Abdurahman Wahid ( Gus Dur )
Sofjan Wanandi

Sofjan Wanandi (lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat, 3 Maret 1939; umur 70 tahun; terlahir dengan nama Lim Bian Koen) adalah pengusaha Indonesia, pemilik bisnis Gemala Group. Adik dari Jusuf Wanandi (politisi senior dan pendiri CSIS) dikenal sangat dekat dengan pemerintah di zaman Orde Lama. Pengalamannya dalam bidang ekonomi, birokrasi, dan politik tersebut membuat mantan aktivis 1966 ini sering dijadikan koordinator dan juru bicara para pengusaha keturunan Tionghoa.
Saat ini dia menjabat Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Pdt. Dr Gomar Gultom

Sekretaris Jenderal Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia

Maria Ulfah

Dra. Maria Ulfah Anshor, dilahirkan di Indramayu, 15 Oktober 1960. beliau pernah menjabat sebagai (1995-2000) Ketua IV PP Fatayat NU membidangi ekonomi dan litbang dan ( 2000-2005 ) Ketua Umum PP Fatayat NU. dan beliau dikenal sebagai pejuang kesetaraan gender.

Hariyanto Thohari

Hariyanto Thohari pernah menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, dan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR periode ( 2009-2014 )
St Sularto

Wakil Pimpinan Umum Kompas Gramedia Group
Ahmad Suaedy

Direktur Eksekutif The WAHID Institute
Teguh Widodo

Direktur Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki
Clara Joewono

Clara Joewono, Beliau adalah lulusan dari Universitas  Indonesia dan mendapat gelar  M.A. dari University of California, Berkeley. Saat ini beliau menjabat sebagai Deputy Secretary of Indonesian National Committee of Pacific Economic Cooperation Council, serta anggota dari Indonesian National Committee of Council for Security Cooperation di Asia Pacific dan wakil direktur dari  CSIS Foundation.

Franz Magnis Suseno

Prof. Dr. Dr.-h.c. Franz Magnis-Suseno, lahir di Eckersdorf, Silesia, Jerman-Nazi (kini Bo?ków, Nowa Ruda, Polandia), 26 Mei 1936;). Beliau adalah seorang tokoh Katolik dan budayawan Indonesia. Franz Magnis mendapat gelar doktor kehormatan di bidang teologi dari Universitas Luzern, Swiss. Beliau juga dikenal sebagai seorang Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.Sebagai seorang pastur Magnis-Suseno memiliki panggilan akrab Romo Magnis.

Drs. Nyoman Udayana Sangging, SH,MM

Ketua V Bidang Penelitian dan Pengembangan Parisada Hindu Darma Indonesia, Pusat.
Dr.KH. Nuril Arifin.HSN.MBA

Pimpinan Pondok Pesantren Soko Tunggal, Sendangguwo Semarang.
Rm. Mudji Sutrisno SJ

SOSOK Mudji Sutrisno dikenal luas sebagai budayawan dengan segala keunikannya. Dia selalu berpenampilan sederhana dengan rambut gondrongnya. Pemikiran-pemikirannya mence-rahkan kehidupan berbangsa dalam menghargai kebhinekaan. Kemampuannya dalam mengeks-presikan rasa, nilai, dan kata de-ngan keindahan adalah keunggu-lan tersendiri baginya, sebagai pejuang budaya.Sebelumnya Mudji pernah menjadi anggota Lembaga Sensor Film, anggota Komisi Pemilihan Umum (2001-2003), SC Konggres Kebudayaan (2003), anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatn (2005-2006).

Bikkhu Krishnada Wijaya Mukti

Ketua Pusdiklat Agama Buddha Indonesia, Jakarta
Binky Irawan

Ketua Presidium Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin)
Gus M Chodzin Dahlan

Pengurus Pondok Pesantren Daru Ulum, Jombang
Jeffrie Geovanie

Pengurus Yayasan Maarif dan Politisi
M. Deddy Julianto

Pengurus Yayasan Maarif dan Pengusaha
Uung Sendana

Sekretaris Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin)
Rumadi

Redaktur Afkar, Ketua Yayasan Nusantara Damai  dan dosen Fakultas Syariah UIN Jakarta, serta aktif di Wahid Institute
Abdul Moqsith Ghazali

koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL)
Yahya Staquf

Yahya Staquf lahir di Rembang, 15 Februari 1966. Beliau pernah menjabat sebagai salah seorang Juru bicara Presiden pada masa pemerintahan Presiden KH Abdurahman Wahid ( Gus Dur ).

Maria Suryani

Advisor Beberapa Group Perusahaan
I Ketut Sumarta

Dosen Sekolah Tinggi Agama Hindu
Dr Rizal Sukma

Dr. Rizal Sukma, Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah sekaligus Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), beliau termasuk dalam intelektual Indonesia yang masuk daftar 100 pemikir global versi majalah Foreign Policy, AS. Doktor dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, ini dipandang majalah Foreign Policy telah mendorong cara pandang baru yang radikal mengenai peran Indonesia di dunia. Rizal, sebut Foreign Policy pada edisi untuk Desember 2009, adalah teoritisi terkemuka dalam soal hubungan Islam dan negara, serta mendorng peran global negerinya Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia

Prof .DR.Dr. Paul Tahalele.FCIS.

Prof. Dr. med. Paul Tahalele, dr.,SpB.,SpBTKV.,FCTS
Lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 4 Maret 1948. Beliau adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Kepala Laboratorium Ilmu Bedah Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya, Ketua Bagian Ilmu Bedah Umum FK Unair, Ketua Program Studi Ilmu Bedah Unair serta Kepala Laboratorium Ilmu Bedah Unair
Pdt. Dr Erick Barus

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
Bra Muda

Founder Lembaga Budaya Sejati Kita Lanjutkan (LEMBUD SEKILAN )
Ridwan Soeriyadi

Pengusaha Nasional
Rm. Yosef Eko Budi Susilo

Romo Yosef Eko Budi Susilo,Pastor Paroki Santo Aloysius Gonzaga [Algonz], Surabaya, kelahiran Karanganyar, Solo, 4 Juni 1961,
Romo Eko mendirikan JUBILEUM, tabloid rohani Katolik di Keuskupan Surabaya. Sebelumnya, dia mendirikan tabloid SUKA [Suara Umat Katolik] yang sudah ‘habis masa baktinya’. Romo Eko juga kerap diminta mengisi mimbar Katolik di beberapa media cetak umum dan rohani.
Rm. Benny Susetyo Pr

Romo Antonius Benny Susetyo Pr. Beliau dilahirkan di Malang, 10 Oktober 1968. Ditahbiskan pada 1996, kemudian ditempatkan di Situbondo dan Bondowoso dua pekan kemudian, kini Benny Susetyo menjadi staf Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Tepatnya, sekretaris Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK).

Bachtiar Effendy

Bahtiar Effendy dilahirkan di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 10 Desember 1958. Beliau pernah pula bergabung dengan Center for Policy and Development Studies (CPDS); menjadi sekretaris Menteri Agama Dr. Tarmizi Taher selama 10 hari; dan Deputi Direktur pada Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha. Bersama Duta Besar Salim Said, Bahtiar pernah pula menjadi co-host dalam Mimbar Indonesia, acara mingguan TVRI). Juga menjadi nara sumber di barbagai acara talk host televisi dan radio. Terakhir ia menjadi senior fellow pada Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological Universities (NTU), Singapura.Beliau memperoleh gelar guru besar di bidang Ilmu Politik pada UIN Jakarta pada Januari 1996

Yacobus. K. Mayong (padang)

Drs.Jacobus K. Mayong Padang, lahir di Tanah Toraja, 01 Oktober 1955. Alumni Fisipol Universitas Hasanudin ini duduk sebagai anggota DPR RI dua periode, 1999-2004 dan 2004-2009. Di DPR masuk sebagai anggota Komisi III dan Baleg.
KH. M Yusuf chudlori

K.H Muhammad Yusuf Chudlori merupakan salah satu dari sebelas putra dan putri ulama kharismatik Tegalrejo Magelang al-marhum al-magfurlah K.H Chudlori (w.1977), pendiri (muasis) Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang. Beliau lahir di Magelang pada 9 Juli 1973, dan beliau sangat terkenal sebagai kiai muda yang dekat dengan berbagai kalangan. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Tengah.

Holland Taylor

Co-founder of LibForAll Foundation
Raja Julian Antoni

Aktivis Muhammadiyah, dan Pengurus Yayasan Maarif Institute.
Fajar Riza Ul Haq

Direktur Eksekutif Maarif Institute for Culture and Humanity
Franky Sahilatua

Franky Hubert Sahilatua (lahir Surabaya, 16 Agustus 1953) adalah penyanyi balada asal Surabaya, Indonesia. Namanya dikenal publik sejak paruh kedua dekade 1970-an, ketika ia berduet bersama adiknya, Jane Sahilatua, dengan nama Franky & Jane. Duet ini sempat menghasilkan lima belas album.

Ahmad Rofiq

Aktivis Muhammadiyah dan Pengusaha

Pdt. Dr Tjahjadi Nugroho

Lahir di Magelang , 26 Mei 1945, Beliau menjabat sebagai Ketua Sinode Gereja Jemaat Allah, Semarang, Ketua Yayasan Telapak/RB Bhakti Ibu, Semarang,  Ketua Yayasan Sadar/Sekolah Tinggi Agama dan Filsafat”Pancasila, Semarang, Penasihat Forum Komunikasi Umat Beragama Pusat, Fasilitator Direktorat Pusat Kerukunan Umat Beragama, Departemen Agama RI, Jakarta dan Penasehat Forum Nasional, Jakarta

Abah Su’udi

Koordinator Srimulat

Tiara Savitri

Ketua Yayasan Lupus Indonesia

Penggagas dan Kordinator Gerakan Peduli Pluralisme
DAMIEN DEMATRA
Damien Dematra adalah seorang novelis, penulis skenario, sutradara, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 51 buah novel dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 55 skenario film dan serial TV, dan memproduksi 27 film dalam berbagai genre. Sebagai fotografer, ia memperoleh dua gelar tertinggi fotografi: Fellowship dibidang portraiture dan Art Photographer of the year. Sebagai pelukis, Damien Dematra telah menghasilkan 365 karya lukis dan diselesaikan dalam waktu 1 tahun.

Setelah menulis beberapa buku tentang Gus Dur dan Buya Syafii Maarif, Damien Dematra dalam peluncuran Novel Si Anak Kampoeng (Kisah Hidup Buya Syafii Maarif) di PP Muhammadiyah melontarkan sebuah gagasan untuk membuat Gerakan Peduli Pluralisme, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan pluralisme Gus Dur dan Buya Syafii Maarif.

Feb
27

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan pluralisme Gus Dur dan Buya Syafii Maarif maka pada tanggal 11 feb 2010 atas gagasan Damien Dematra, sebagai penulis Buku-buku tentang Gus Dur dan Buya Syafii, dalam acara launching Novel “Si Anak Kampoeng” di Aula PP Muhammadiyah Jakarta di sampaikanlah ide untuk membuat sebuah gerakan moral yaitu Gerakan Peduli Pluralisme. Gagasan ini mendapat dukungan langsung dalam bentuk tanda tangan dari tokoh-tokoh masyarakat yang hadir diantaranya, Buya Syafii Maarif, Prof. Din Syamsudin, Sofyan Wanandi, Mgr. Suharyo, Sudhamek, Prof Malik Fajar dan masih banyak lagi tokoh lainnya. Pada tanggal 12-14, Damien Dematra menghubungi tokoh-tokoh masyarakat yang tidak hadir dalam acara tersebut. Dan banyak yang memberikan dukungan dan kesediaan untuk menjadi Pemrakarsa Gerakan ini, diantaranya Gus Mus, KH Said Agil Siroj, KH Masdar, Anita Wahid, Mgr. Johannes Pudjo, Pdt. Gomar, Bhiksu Panyavaro, Kang Sobari dan masih banyak lagi.